Selasa, 05 Juni 2012

<strike><strike>http://www.facebook.com/media/set/?set=a.165658196866566.33275.100002671606214&type=3&l=98a032882b

Ass,

Nah kalau di postingan tadi saya sajikan Kata-Kata Bijak Kehidupan, kali ini saya sajikan yang tak kalah bagusnya, dan pas banget untuk anda pilih. Ini dia, Silahkan dipilih:


    Emosi tidak akan membimbingmu pada suatu pemikiran atau tindakan positif. oleh sebab itu tenangkan dirimu.



    Sukses berarti melakukan yg terbaik yg kita bisa dengan apa yg kita miliki. Bukan dengan menginginkan apa yg orang lain miliki.



    Kamu tak akan bisa mendapatkan yang kamu inginkan jika kamu terlalu sibuk mengeluhkan apa yang telah kamu miliki. Bersyukurlah!



    Tuhan memuliakan mereka yang mau bekerja keras. Dan modal utama untuk keberhasilan adalah kerja keras yang diiringi doa.



    Jangan mengeluhkan masalah, karena Tuhan mempunyai tujuan tuk perjuanganmu saat ini. Pelajarilah apa yang hendak Tuhan ajarkan.



    Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.



    Untuk pemilik wajah putih, riasan mata dan bibir dengan pilihan warna-warna nuansa sedikit terang mampu membuat wajah tidak terlalu pucat.



    Tak ada yg salah dalam menunjukkan kamu peduli tentang seseorang, yg salah adalah mengharapkan dia tuk melakukan hal yg sama.



    Jangan pedulikan dia yg membencimu, dia bukan orang yg pantas dapatkan perhatianmu. Yg penting adalah dia yg selalu ada untukmu.



    Dalam hidup, orang tak akan peduli berapa banyak yg kamu tahu hingga mereka tahu berapa banyak kamu peduli pada mereka.



    Kau takkan tahu sbrp tulus ssorg mencintaimu sampai kau melihat sbrp tulus ia mencintaimu dlm kondisi terburukmu



    Ketika kamu membenci seseorang, kamu sedang membuat hidupmu semakin rumit.



    Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu.



    Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu, sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.



    Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya, tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya.



    Seorg pria sejati tdk bisa dikelabui oleh matanya. Seorang wanita sejati tdk bersembunyi dibalik penampilannya.



    Bahagia adalah milik mereka yg bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yg dipikirkan orang lain tentangnya.



    Jangan berpikir kamu tak mampu hidup tanpa dia yg meninggalkanmu. Percaya, ada seseorang yg lebih baik menunggumu di luar sana.



    Janji tak akan berarti apa-apa jika kamu tak bisa menepatinya. Daripada berjanji, lebih baik tunjukkan dgn tindakan nyata.



    Berhenti menyalahkan masa lalu, cobalah tuk menerimanya dan memahami bahwa ia telah jadikanmu pribadi yg lebih kuat.



    Jangan terlalu memikirkan masa lalumu, kini mereka hanya kenangan. Tatap masa depanmu karena disanalah impian.



    Hidup ini pilihan. Kamu yg sekarang adalah pilihan yg kamu ambil di masa lalu. Bijaklah dalam memilih langkahmu selanjutnya.



    Tak peduli seburuk apapun masa lalumu, cintai dirimu. Hari ini kamu bisa memulai yg baru. Beri yg terbaik tuk masa depanmu.



    Ketika masalah datang, selesaikan dng cepat sebelum menjadi lbh buruk atau kekhawatiranmu membuatnya makin rumit.



    Jika kamu ingin seseorang percaya padamu, hal pertama yg harus dilakukan adalah meyakinkan mereka bahwa kamu mempercayai mereka.



    Mendengarkan musik favorit akan melebarkan pembuluh darah, sehingga meningkatkan aliran darah.



    Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang berguna untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.



    Sahabat adalah seseorang yg slalu ada disampingmu, yg sabar mendengarkan keluh kesahmu, dan bersedia menemanimu menjalani hidup.



    Jangan pernah mengeluh atas kekuranganmu, karena kekurangan mengingatkanmu untuk terus mencari kekuatan yg ada dalam dirimu.



    Bahagia bukan berarti segalanya sempurna. Bahagia adalah ketika kamu memutuskan tuk melihat segala sesuatu secara sempurna.



    Kegagalan adalah cara Tuhan mengajarkan kamu tentang pantang menyerah, kesabaran, kerja keras dan percaya diri.



    Jangan tangisi kesalahan, tapi tersenyumlah karena setiap kesalahan mengajarkanmu agar berupaya lebih baik lagi.



    Kita semua pasti pernah salah, namun ada perbedaan besar antara salah yg buatmu dewasa dan salah yg sengaja dilakukan.



    Cintai apapun yang akan kamu lakukan hari ini, kerena tidak ada yang menarik jika kamu tidak tertarik.



    Jangan bersedih ketika melakukan salah. Karena kesalahan kita banyak belajar, karena kesalahan kita menjadi pintar.



    Hidup itu seperti drama, dan kamu bisa memilih untuk menjadi penontonnya atau pemainnya.



    Seseorg yg menemanimu dlm kesusahan jauh lbh berharga drpd seratus org yg menemanimu dlm kesenangan.



    Pertolongan Tuhan mgkn tdk dtg terlalu Cepat, tdk jg Terlambat. Pertolongan Tuhan selalu dtg di saat yg Tepat.



    Ketika seseorang cukup kuat tuk buatmu terjatuh, kamu harus tunjukkan padanya bahwa kamu juga cukup kuat tuk bangkit berdiri.



    Dalam cinta, jangan buang air matamu menangisi seseorang yg bahkan tak pantas tuk melihatmu tersenyum.



    Kau tak kan bisa kehilangan apa yg tak pernah kau miliki. Kau tak kan bisa memaksa bertahan pada seseorang jika dia ingin pergi.



    Sesuatu yg sangat sulit tuk melupakan seseorang yang telah memberimu begitu banyak hal tuk diingat.



    Dalam hidup, kamu harus berani mengambil keputusan tentang apa yg pantas diperjuangkan dan apa yg tak pantas diperbaiki.



    Jangan pernah kehilangan dirimu sendiri hanya tuk bertahan pada seseorang yg bahkan tak peduli jika dia kehilanganmu.



    Selain khasiatnya yg dpt menyegarkan mata, mentimun juga dpt berguna bagi kecantikan wjh. Khasiatnya bagi wajah adlh utk menghaluskan wajah.



    Hindari mengaplikasikan trend yg berlebihan ke diri kalian. Karena kalian terkesan tidak memiliki penampilan yang unik & khas.



    Sesuatu yg sulit ketika kamu harus berpura-pura tersenyum, hanya karena tak ingin dia tahu, dia adalah alasan kamu bersedih.



    Ladies# jangan pernah meremehkan seorang pria, karena mereka adalah orang yang akan menjaga kamu seumur hidupmu.



    Guys# jangan pernah menyakiti seorang wanita, karena mereka adalah orang yang akan melahirkan anakmu dengan penuh rasa sakit.



    Kamu tak perlu menemukan sahabat yg paling menyenangkan, kamu hanya perlu menemukan sahabat yg setia.



    Mereka yg membencimu hanya buktikan bahwa hidupmu lebih baik dari mereka. Jangan hiraukan mereka, teruslah melangkah.



    Jangan membenci mereka yang membencimu, karena itu sama saja membuat dirimu tak berbeda dengan mereka.



    Kamu akan selalu dapatkan cinta di tengah keluarga, cinta tanpa syarat, cinta yang menerima kamu apa adanya.



    Hanya karena mereka tak memperlakukanmu seperti yg kamu inginkan, bukan berarti mereka tak mencintaimu setulus hati.



    Keluarga adalah salah hal terpenting yg kita miliki, yg tak akan pernah berubah dan selalu ada ketika dibutuhkan.



    Teman mungkin datang dan pergi, dan keluarga mungkin tak selalu ada untukmu, tapi tak peduli apapun itu, Tuhan selalu bersamamu.



    Ketika kamu berkata jujur, tak ada yg harus kamu ingat. Ketika kamu berkata dusta, kamu harus mengingat setiap dusta yg terucap.



    Apa yang kamu anggap aneh, aku anggap luar biasa.



    Jangan iri atas apa yg orang lain miliki. Drpd melihat berapa banyak berkah mereka, lebih baik melihat berkah milikmu sendiri.



    Ketika seseorang mengecewakanmu, Maafkanlah namun jangan lupakan. Mengingatnya tapi jangan pernah mengungkitnya.



    Cinta sejati adl yg membuatmu menjadi org yg lbh baik, tanpa mengubahmu menjadi seseorg selain dirimu sendiri.



    Dalam cinta, ketika kamu tak ada alasan lagi tuk bertahan, itu adalah alasan yg baik tuk melepaskan.



    Jangan terlalu cepat menilai seseorang, terkadang apa yg kamu lihat adalah apa yg ingin dia perlihatkan padamu.



    Sebelum menilai, dengar. Sblm mendengar, lihat. Kita punya 2 mata, telinga, krn selalu ada 2 sisi dr setiap cerita



    Jika kamu habiskan waktumu tuk dia yg terus buatmu kecewa, kamu akan kehilangan kesempatan bertemu dia yg mampu buatmu tertawa.



    Cinta itu seperti berbagi membaca buku, ia tak akan bertahan lama jika 2 hati tak berada pada halaman yg sama :)



    Jangan mengungkit masa lalu dia yg kamu cinta, karena yg harus kamu tahu adalah apakah ada tempat untukmu di masa depannya.



    Jika kamu memiliki kepercayaan dari seseorang, jangan sampai hilang. Jika kamu memiliki hatinya, jangan pernah memanfaatkannya.



    Sesuatu yg sulit tuk mempercayai siapapun ketika setiap orang yg pernah kamu beri kepercayaan selalu mengecewakanmu.



    Kadang kamu harus menyadari, meski sangat mencintai seseorang, kamu harus melepasnya pergi. Jgn biarkan dirimu terus disakiti.



    Dalam cinta, menyerah tak selalu berarti kamu lemah. Kadang itu hanya berarti kamu cukup kuat tuk melepaskannya.



    Kadang kamu memilih tuk sendiri, karena lebih baik persiapkan diri tuk pantas dicintai ketika dia yg tepat menghampiri.



    Wortel, sangat bermanfaat untuk mencegah kerontokan rambut.



    Mawar merah adalah bunga favorit Venus, dewi cinta Romawi. Warna merah dari 'bunga cinta' ini terdiri dari perasaan romantis yang kuat.



    Jangan mencari yg sempurna tuk dicinta, karena kamu mungkin kehilangan dia, yg meski tak sempurna, tapi mampu buatmu bahagia.



    Jika kamu tak menghargai dirimu sendiri, orang lain tak akan pernah menghargaimu. Jangan sampai kehilangan dirimu yang berharga.



    Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan untuk tak terus melangkah ke depan. The past is over!



    Kamu akan lebih dewasa ketika kamu mau belajar dari kesalahan yg ada, daripada terus mencari alasan tuk menyangkalnya.



    Lakukan yg dapat km lakukan hari ini, sehingga besok km dapat melakukan yg tak dapat km lakukan hari ini.



    "Cantik" itu pilihan. "Cantik" adl bgmn kita menghargai & mensyukuri tubuh yg telah Tuhan berikan kpd kita.



    Dewasa tak selalu menuntut kita berubah, tapi perubahan yang baik selalu menuntut kita tuk lebih dewasa.



    Jangan terlalu cepat mempercayai apa yang kamu dengar, karena kebohongan selalu menyebar lebih cepat dari kebenaran.



    Tuhan tak meminta kita untuk selalu berhasil, DIA hanya meminta kita untuk mau mencoba. Dan jangan pernah menyerah!



    Berhentilah mengeluh tentang hidup yang tak kamu inginkan. Mulailah menjalankan hidup yang kamu inginkan. Ini hidupmu!



    Tuhan berikan cobaan hanya tuk jadikanmu pribadi yg kuat. Percaya, Tuhan memiliki rencana tuk hidupmu. Itu yg kamu perlu tahu.



    Jika suatu hari kamu merasa sendiri, merasa tak ada yg peduli, ingatlah bahwa Tuhan selalu ada untukmu sepanjang hari.



    Jgn tlalu memaksakan diri utk mengikuti tren, jika kita tdk memiliki bentuk tubuh yg proporsional & tidak semua tren busana cocok di tubuh.



    Dalam cinta, berhenti mencari yg sempurna, krna yg kamu butuh adalah dia yg tahu ketidak-sempurnaanmu, tp tetap ingin bersamamu.



    Berpikirlah seperti anak kecil. Bertindaklah seperti orang dewasa.



    Hidup tak lepas dari masalah, dan kadang buatmu jatuh ke bawah. Adalah pilihanmu tuk lari darinya atau belajar darinya.



    Beberapa orang membuatmu tertawa, bbrp membuatmu terluka. Tp hanya ada seseorg yg akan membuatmu tertawa di atas luka.



    Hidup ini adalah proses pembelajaran. Kamu selalu bisa menikmati momen indah, tapi yg pasti harus belajar dari momen yg buruk.



    Kita tidak akan pernah tahu, sebelum kita melakukannya. Ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.



    Jangan cuma berandai-andai atau membayangkan sesuatu, lakukanlah, mungkin apa yang kamu lakukan itu akan berakhir bahagia.



    Berusahalah sekuat yang kamu bisa, yakinlah, Tuhan tidak akan berdiam diri.



    Jangan menyerah atas hal yg kamu anggap benar meskipun terlihat mustahil. Selama ada kemauan, Tuhan kan berikan jalan.



    Bersyukur dan ikhlas menerima apa yang di berikan Tuhan kepada kita, Niscaya hikmahNya tidak akan berhenti mengalir.



    Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yg harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama.



    Terkadang apa yang kita fikirkan tidak sejalan dengan apa yang kita lalukan.



    Belajarlah jujur pada diri sendiri, lakukan apa kata hati, sehingga kamu tidak perlu lagi menyembunyikan apapun dalan hidupmu



    Betapa indahnya jika setiap detik yang kita habiskan, menjadi berarti bagi orang lain dan diri sendiri.



    Jangan takut mencoba, kesalahan adalah guru terbaik jika kamu jujur mengakuinya dan mau belajar darinya.



    Hidup penuh maaf adalah jalan bagi kelapangan dan kedamaian jiwa.



    Tersenyumlah dalam mengawali hari, karena itu menandakan bahwa kamu siap menghadapi hari dengan penuh semangat!



    Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, ia harus diselesaikan, bukan dihindari.



    Tegas akan diri sendiri, buang pikiran negatif dan lakukan yang baik. Kegelisahan hanya milik mereka yang putus asa.



    Ketika kamu berharap yang terbaik tapi kamu hanya mendapat yg biasa, bersyukurlah kamu bukan yg terburuk.



    Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri, Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.



    Sahabat adalah seseorang yg selalu membuat hatimu bahagia. Sahabat selalu membuat hidup jauh lebih menyenangkan.



    Terkadang, yang diinginkan sebenarnya tidak dibutuhkan, sedangkan yang dibutuhkan tidak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yang terbaik.



    Maafkan diri sendiri. Jangan menyesali kesalahan. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.



    Jangan pernah iri dengan apa yg orang lain miliki, Setiap orang punya masalahnya sendiri, bersyukurlah untuk hidup ini.



    Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain. Iri hati hanya membuat jiwamu gelisah. Jadilah diri sendiri.



    Setiap perbuatan yang membahagiakan sesama adalah suatu sikap yang mencerminkan pribadi yang mulia.



    Sahabat bukan tentang siapa yg telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yg menghampiri hidupmu dan tak pernah meninggalkanmu.



    Jangan pernah merasa dirimu tak cukup baik, karena bagi seseorang, kamu adalah yang terbaik.



    Mungkin kamu tidak menyadarinya, tapi hal paling kecil yang kamu lakukan dapat membawa dampak sangat besar bagi orang lain.



    Masalah tidak akan menjadi rumit jika kamu bisa menyikapinya dengan sabar dan dengan kelapangan hati.



    Bangkitlah dari kesedihan, karena kesedihan adalah proses yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan.



    Dari hal-hal baik, belajarlah untuk mengucap syukur. Dari hal-hal buruk, belajarlah untuk menjadi kuat.



    Tak ada yg abadi, cinta bisa menyakiti. Orang berubah, dan sahabat bisa melukai. Tapi ingat, Hidup ini tetap harus dijalani.



    Ladies, Faktanya Lelaki baik-baik takkan mau pada wanita yang tak mampu menjaga lisannya pun sebaliknya. :)



    Ladies, Lelaki sering menggodamu, bukan berarti dia menyukaimu. Karena biasanya, itu hanya iseng. :|



    Hanya karena kamu BELUM dapatkan apa yg kamu inginkan, tak berarti kamu TAK PERNAH bisa mendapatkannya. Terus berusaha & berdoa.



    Kamu tak akan pernah bisa meraih apa yg ada di depanmu, jika kamu tak pernah mau melepaskan apa yg ada di masa lalumu.



    Tuhan tak kan berikan ujian melebihi kemampuanmu. Jgn berpikir kamu lemah, krn kamu telah kuat dr stiap masalah yg diberikanNya.



    Dalam hidup, kamu tak perlu jadi sempurna, tp kamu harus berikan yg terbaik yg kamu bisa. Untuk masa depan yg cerah.



    Kesalahan memang kadang menyakitkan, tapi ia menjadikanmu pribadi yg kuat. Pribadi yg lebih dewasa dan bijaksana.



    Jangan mudah menyerah, Tuhan tak pernah terlambat menolong umatNya. Bersabar dan milikilah iman yg kuat!



    Hidup ini terlalu berharga tuk hanya memikirkan mereka yg membenci. Just Live Happy!



    Jangan pernah melakukan sesuatu hanya karena kamu ingin dapatkan pujian. Lakukanlah karena itu hal yg benar tuk dilakukan.



    Perbanyak makan nasi merah, gandum utuh, roti gandum, biji-bijian, serta buah dan sayuran agar lebih tahan lapar ketika puasa.



    Terkadang lebih baik tuk tak mengetahui apa yg terjadi di sekitarmu, daripada semua itu semakin memberi luka di hatimu.



    Terkadang kamu memilih tuk mengabaikan seseorang, hanya karena itu cara termudah tuk menghindarkan dirimu dari luka.



    Jangan jadikan kesalahan sebagai sebuah alasan, karena seharusnya ia menjadi motivasimu tuk terus melangkah ke depan.



    Dalam hidup, terkadang kamu memilih meminta maaf pada seseorang, bukan karena kamu salah, tapi karena kamu takut kehilangan dia.



    Hadiah tak selalu terbungkus dgn indah. Kadang Tuhan membungkus dgn masalah, tp di dalamnya tetap ada berkah.



    Pemulihanjiwa menguatkan hati, mendewasakan, semoga kamu selalu tabah dalam hidup ini.



    Kamu tak bisa slalu menunggu sesuatu tuk datang. Terkadang km harus meninggalkan tempatmu dan mendatanginya.



    Kadang kamu menyakiti dirimu sendiri lebih dari siapapun yg mungkin bisa menyakitimu, karena kamu tak jujur dengan perasaanmu.



    Dalam kehidupan selalu terdapat kemungkinan dan kesempatan yang kedatangannya tak bisa ditentukan. Bersiaplah setiap saat.



    Jangan mengeluhkan masalah yang datang dalam hidupmu. Terkadang kamu harus merasakan sakit untuk dapat mensyukuri bahagia.



    Ketika kamu tulus mencinta, kamu selalu mencintainya meski telah berpisah. Jika tidak, kamu memang dari awal tak mencintainya.



    Hargai dan syukuri apa yg kamu miliki saat ini, atau kamu akan menyesal ketika melihat orang lain yg memilikinya.



    Jangan putus asa akan cinta, karena selalu ada seseorang yg akan tulus mencintaimu, meski kadang dia bukan yg kamu harapkan.



    Jangan mencoba tuk menjadi handal dlm sgala hal. Jadilah handal dlm satu hal. Itu yg membuatmu istimewa.



    Yg membedakan Pemenang dgn pecundang adalah bagaimana seseorang Bereaksi terhadap setiap perubahan Takdirnya.



    Jika tak cinta, katakan saja. Jangan memberi harapan hampa, karena seseorang akan terluka. Jangan manfaatkan cinta!



    Jgn menyerah jika msh ingin mencoba. Jgn berpisah jika msh ada cinta. Jgn biarkan ego kuasai jiwa, karena hati pasti menderita.



    Terkadang satu-satunya orang yg mampu buatmu merasa lebih baik adalah orang yg sama yg telah membuat kamu terluka.



    Tak peduli apa yg telah terjadi, kesalahan yg telah kamu lakukan, kamu selalu temukan kata MAAF dalam hati seorang IBU.



    Hanya karena seseorang tak mencintaimu dengan cara yg kamu inginkan, tak berarti dia tak mencintaimu setulus hatinya.



    Terkadang, tak peduli apapun usahamu tuk mengusir seseorang dari pikiranmu, dia tak pernah meninggalkan hatimu.



    #cinta itu aneh, kamu membencinya, tapi ketika dia katakan "I?YOU", kamu tak bisa dustai hatimu yg menjawab 'MeToo'



    Jika kamu mampu menerima kekuranganku, #FaktanyaAku percaya kebersamaan ini akan buat kita saling melengkapi..



    Ketika bertemu seseorang yg pernah membencimu, sapalah dia dengan senyum. Karena dia, kamu menjadi pribadi yg kuat saat ini.



    Jangan pernah putus asa, selalu berikan yg terbaik yg kamu bisa. Mungkin ada yg membenci kegigihanmu, tapi itu urusan mereka.



    Cinta sejati tak datang dari tatapan mata tapi dari hati. Jika ada keraguan di hatimu, dia bukan untukmu.



    Jangan batasi dirimu dengan kata 'menyerah'. Kegagalan hanya sementara. Percaya diri, terus berusaha dan katakan 'aku bisa!'.



    Ketika kekalahan menghampirimu, jangan biarkan ia menghentikanmu. Ada makna di setiap masalah, dewasa salah satunya.



    Kebahagiaan tak akan bermakna jika kamu tidak menyertakan orang disekitarmu yang sedang bersedih. Berbagilah dengan rendah hati.



    Burung tak bisa berenang. Ikan tak bisa terbang. Tak ada yg salah dng keduanya. Kenali dirimu.



    Cinta sejati punya dua sisi, kebahagiaan dan kepedihan. Selama bisa bertahan, dua hal ini akan memperkuat cinta itu sendiri.



    Berucaplah dengan kata yang manis. Tapi tiada guna berucap manis, jika setiap kata yang diucapkan adalah ketidakjujuran.



    Jangan menyesali kegagalan. Tapi jadikan kegagalan sebagai pengingat bahwa kamu belum melakukan yang terbaik. Jangan menyerah!



    Hindari banyak makan makanan manis saat sahur, karena memicu pemakaian energi lebih banyak yang membuat kita mudah mengantuk.



    Puasa dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh.



    Terkadang hal-hal paling berharga di dunia tdk dpt dibayar oleh uang, tp oleh waktu.



    Orang lain boleh meragukan dirimu, tapi kamu tidak. Karena tak ada yang mengenalmu lebih baik selain dirimu sendiri.



    Kesuksesan bukanlah segalanya, kegagalan hanya proses semata, berbuat yang terbaik adalah yang terutama.



    Mereka yg bahagia bukan mereka yg memiliki segalanya. Tapi mereka yg tak pernah mengeluh dan selalu mensyukuri yg telah dimiliki



    Berhenti tuk terus mengingat masa lalu, terutama hal buruk yg telah terjadi. Fokuslah hari ini tuk masa depan yg lebih baik.



    Jangan biarkan rasa takut menemani pagimu. Jadilah pribadi yang berani, karena keberhasilan hanyalah milik mereka yang berani.



    Ketika yg baik ingin meninggalkan, tak perlu ditahan. Relakan, dan percaya pada Tuhan bahwa yg terbaik akan menghampiri pelukan.



    Selalu tanyakan kepada diri kalian ketika akan berbelanja, “Bisa saya serasikan dengan apa jika saya membeli ini?”



    Jangan ada alasan untuk malas upgrade penampilan hanya karena kalian tidak memiliki tubuh yang ideal.



    Salah satu hal tersulit ketika kamu melepaskan seseorang adalah mengetahui bahwa dia tak melakukan apapun tuk mempertahankanmu.



    Kamu tahu seseorang berarti dalam hidupmu ketika tak peduli apa yg terjadi, baik pun buruk, dia selalu mampu buatmu tersenyum.



    Tdk ada yg salah dgn mencintai. Yg salah adl jika kau mencintai seseorg lbh dr kau mencintai dirimu sendiri.



    Km tak akan pernah puas jika trus membanding-bandingkan dgn yg lain, karna km akan slalu menemukan yg lbh baik.



    Saat kau membalas rasa sakit dgn senyuman, saat itulah kau memastikan bhw dirimu lbh baik dr org yg menyakitimu.



    Tak perlu dia yg sempurna tuk hidupmu, temukan dia yg menatapmu seperti kamu memiliki sesuatu yg tak dimiliki oleh orang lain.



    Ketika satu hal berakhir, hal lainnya mulai. Jangan lihat sebagai akhir dr segalanya, tp awal dr sesuatu.



    Kadang meski telah meyakinkan dirimu bahwa kamu telah melupakannya, hatimu masih berharap suatu saat dia akan kembali menyapa.



    Bersyukurlah untuk apa yg kamu miliki saat ini, karena kamu tak pernah tahu semua itu bisa hilang esok hari.



    Seseorang tak harus sempurna tuk jadi apa yg kamu butuh. Tak ada yg sempurna, tp cinta mampu buat seseorang sempurna di matamu.



    Menyakitkan ketika kamu berpikir bahwa kamu punya arti dalam hidup seseorang, namun kemudian dia membuktikan bahwa kamu salah.



    Salah satu hal terbaik yg kamu dapat ketika menghadapi sebuah masalah adalah kamu bisa melihat siapa saja teman sejatimu.



    Jika dia terus berikan luka, belajarlah tuk melepasnya. Jangan biarkan dia berada dlm hidupmu lebih lama drpd yg sepantasnya.



    Jangan sesali apa yg telah pergi. Kamu mungkin kehilangan sesuatu yg baik, tapi kamu mungkin mendapatkan sesuatu yg lebih baik.



    Jangan menyerah hanya karena gagal pada kesempatan pertama. Sesuatu yg berharga tak akan kamu miliki dgn mudah. Terus berusaha!



    Jangan berubah hanya karena cinta. Jika dia tak bisa menerima kekuranganmu, dia tak pantas dapat yg terbaik darimu.



    Salah satu hal yg membuat seseorang sulit menerima sebuah kejujuran adalah kenyataan bahwa kebohonganlah yg ingin dia dengarkan.



    Saat kita tidur, tubuh memproduksi hormon vasopressin yang dapat menghambat pengeluaran urine saat tidur.



    Dalam cinta, jangan menjadi NUMBER ONE dlm hidupnya, karena yg kamu butuh adalah menjadi ONLY ONE di hatinya.



    Jangan hiraukan mereka yg berusaha menjatuhkanmu, mereka melakukan itu karena mereka telah berada di bawahmu.



    Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.



    Dibalik beratnya masalah yang dihadapi bangsa, yakinlah bahwa Tuhan tengah mempersiapkan bangsa ini jadi bangsa besar.



    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.



    Merdeka bukan hanya lepas dari tangan penjajah, tapi lepas dari tangan jahil yg merampas hak kita sebagai WNI.



    Bahwa dalam suatu perjuangan kita harus berjuang terus sampai habis-habisan.



    Hari ini milikku. Pun esok yang masih terbentang. Semangat Indonesia harus tetap menyala. Disini, diurat darahku.



    Orang Indonesia tak dapat lagi digertak dan ditindas. Selamat jalan jiwa-jiwa budak dan...buat selama-lamanya.



    Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.



    Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yg jiwanya berkobar-kobar dgn tekad 'Merdeka atau mati'!



    Bunga mawar tdk mempropagandakan harum semerbaknya, dgn sendirinya harum semerbaknya itu tersebar disekelilingnya.



    Percayalah pd dirimu lbh dr kau mempercayai org lain. Percayalah pd Tuhan lbh dr kau mempercayai dirimu sendiri.



    Kekayaan yang tak diimbangi kebijaksanaan, hanya akan membesarkn mulut dan kepalamu saja.



    Wanita sulit jatuh cinta, karena lebih baik menunggu pria setia daripada menerima yg datang, tapi bisa pergi kapan saja.



    Jangan terburu-buru dalam cinta. Lebih baik menunggu seseorang yg tepat bagi hidupmu selamanya daripada hanya sementara.



    Jika dia memilih tuk tinggalkanmu, jgn memohonnya bertahan. Jika dia tak bisa terima kamu apa adanya, temukan seseorang yg bisa!



    Jika kamu biarkan masa lalu mengusik hidupmu saat ini, kamu tak akan pernah bisa berikan yg terbaik tuk dapat masa depan yg baik



    Belajarlah dari mereka di atasmu. Nikmati hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.



    Kadang kamu terlalu memikirkan indahnya masa lalu hingga menutup diri saat ini. Lupakan mereka, temukan bahagiamu.



    Kita tidak bisa mencegah atau menghapus perasaan. Kita hanya bs mengendalikannya, atau dikendalikan olehnya.



    Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan tuk tak terus melangkah ke depan.



    Banyak hal dalam hidup ini yg bisa membahagiakanmu, namun tak ada yg lebih bahagia daripada cinta dari seseorang yg kamu cintai.



    Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu.



    Jgn berpikir kamu tak mampu hidup tanpa dia yg meninggalkanmu. Percaya, ada seseorang yg lebih baik menunggu tuk buatmu bahagia.



    Ketika seseorang meminta maaf atas sesuatu yg TERUS mereka lakukan, sebaiknya kamu berhenti mempercayai mereka.



    Jangan pernah berikan harapan jika kamu tak mampu memenuhinya. Lebih baik jujur meski pilu daripada bahagia tapi palsu.



    Jangan pernah biarkan kesedihan di masa lalu membuatmu takut tuk menerima seseorang yg baru. Percayalah kata hatimu.



    Tertawa membuat sistem imun dalam tubuh meningkat, dan untuk 17 menit tawa, akan memperpanjang hidupmu selama 1 hari.



    Kamu tahu kamu jatuh cinta, ketika pupil matamu membesar saat melihat si dia.



    Jangan melihat masa lalu lebih baik dari saat ini, karena hanya buatmu sulit temukan bahagia tuk dirimu sendiri. Just Be Happy!



    Berhenti menyalahkan masa lalu, cobalah untuk menerimanya dan memahami bahwa itu hanya buatmu lebih kuat dan dewasa.



    Maafkan kesalahan masa lalu, jangan sesali. Kemudian tegaslah membebaskan diri untuk hidup seutuhnya sekarang, dan dimasa depan.



    Sahabat adalah mereka yg membantumu bangkit tuk percaya diri, ketika orang lain berusaha menjatuhkan dan meremehkanmu.



    Jangan iri atas kesuksesan orang lain, ketahuilah bahwa mereka berada di sana karena tekad dan kerja keras.<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">

<br /></div><strike></strike></strike></strike>

Rabu, 23 Mei 2012

skrpsi mas umam

A.    Latar Belakang Masalah

Guru adalah figur manusia sumber yang menempati posisi dan memegang peran penting dalam pendidikan. Prajudi atmosudirjo (1982: 60) menyebutkan bahwa guru memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan, di pundaknya dibebani suatu tanggung jawab atas mutu pendidikan.[3] Ketika semua orang mempersoalkan masalah dunia pendidikan figur guru mesti terlibat dalam agenda pembicaraan terutama yang menyangkut persoalan pendidikan formal di sekolah. Pendidik atau guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Hal tersebut tidak dapat disangkal karena lembaga pendidikan formal adalah dunia kehidupan guru. sebagai besar waktu guru ada di sekolah, sisanya ada di rumah dan di masyarakat (Djamarah, 2000).
Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru. Oleh karena itu usaha meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, perlu secara terus menerus mendapatkan perhatian dari penanggung jawab system pendidikan.[4]Kehadiran guru dalam proses pembelajaran di sekolah masih tetap memegang peranan yang penting. Peran tersebut belum dapat diganti dan diambil alih oleh apapun. Hal ini disebabkan karena masih banyak unsur-unsur manusiawi yang tidak dapat diganti oleh unsur lain. Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. (Wijaya dan Rusyan, 1994).
SMP Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung,Bogor sebagai salah satu lembaga pendidikan Formal tingkat menengah, tidak terlepas dari masalah-masalah yang ada diantaranya: Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, serta Kinerja guru dalam di siplin tugas. Di sekolah ini terlihat adanya masalah kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. Pembelajaran dimana guru masih ada yang belum membuat persiapan pembelajaran sebelum mengajar. Selain itu juga terlihat masalah yang berhubungan dengan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari guru yang belum dapat mengkondusifkan keadaan kelas menjadi tenang ketika ada siswa yang melakukan keributan dikelas bahkan tidak sedikit yang terlihat seakan diam dengan hal yang terjadi. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran juga belum menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi sehingga yang terjadi pembelajaran terasa membosankan bagi siswa sehingga tidak sedikit siswa yang mengantuk ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung bahkan di temukan dilapangan terdapat beberapa guru yang hanya diam saja tanpa menegur ketika melihat banyak muritnya yang mengantuk di kelas ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung dan kinerja yang dihasilkan guru pun belum optimal. Dalam melakukan evaluasi pembelajaran. Penulis melihat guru hanya melakukan evaluasi pada saat akan ujian. Ketika kegiatan pembelajaran di kelas guru tidak melakukan evaluasi, sehingga yang terjadi pada siswa selalu tidak ada persiapan untuk belajar dikelas. Begitu juga dalam disiplin tugas. Dalam hal ini penulis melihat guru belum mengikuti peraturan yang ditetapkan di sekolah. Ini dapat terlihat ketika guru tidak hadir dan tidak memberikan tugas kepada guru piket untuk pembelajaran siswa. Sehingga kinerja guru dalam disiplin tugas pun belum optimal bahkan beberapa guru sangat sering tidak hadir tanpa izin sehingga banyak guru yang di mutasi dari profesinya.

B.     Identifikasi Masalah

C.    Pembatasan Masalah

D.    Rumusan Masalah

E.     Kegunaan Penelitian

Ke-lima, hasil penelitian ini tentunya juga bermanfaat bagi peneliti sendiri di mana peneliti diharapkan dapat mengembangkan kemampuan analisa dan kemampuan-kemampuan lain yang berkaitan dengan kegiatan riset.


BAB II
KAJIAN TEORITIS

A.       Definisi Konseptual

1.      Kinerja Guru
a.      Pengertian Kinerja
Setiap individu yang diberi tugas atau kepercayaan untuk bekerja pada suatu organisasi tertentu diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang memuaskan dan memberikan konstribusi yang maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasi tersebut.
Kinerja adalah performance atau unjuk kerja. Kinerja dapat pula diartikan prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil unjuk kerja. (LAN, 1992). Menurut August W. Smith, Kinerja adalah performance is output derives from processes, human otherwise, artinya kinerja adalah hasil dari suatu proses yang dilakukan manusia. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan suatu wujud perilaku seseorang atau organisasi dengan orientasi prestasi. Istilah kinerja guru berasal dari kata job performance /actual permance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang).Jadi menurut bahasa kinerja bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak sebagai bentuk keberhasilan kerja pada diri seseorang. Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut. Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang.[1] Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajarmengajar. Untuk mencapai kinerja maksimal, guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya dan juga manfaatkan serta ciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian Anwar Prabu Mangkunegara mendefinisikan kinerja (prestasi kerja) sebagai .hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
Kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta kemampuan untuk mencapai tujuan dan standar yang telah ditetapkan (Sulistyorini, 2001). Sedangkan Ahli lain berpendapat bahwa Kinerja merupakan hasil dari fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu yang di dalamnya terdiri dari tiga aspek yaitu: Kejelasan tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya; Kejelasan hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan atau fungsi; Kejelasan waktu yang diperlukan untuk menyelesikan suatu pekerjaan agar hasil yang diharapkan dapat terwujud (Tempe, A Dale, 1992). Fatah (1996) Menegaskan bahwa kinerja diartikan sebagai ungkapan kemajuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu pekerjaan.
            Dalam kamus bahasa Indonesia Kinerja berarti sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, kemampuan kerja.[2] Seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja. Jadi, Kinerja karyawan merupakan hasil kerja di mana para guru mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan.[3]
Dengan demikian, penulis menyimpulkan dari pengertian di atas, bahwa kinerja adalah kemampuan yang di tunjukkan oleh seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil atau prestasi yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. Dari beberapa penjelasan tentang pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa Kinerja guru adalah kemampuan  yang ditunjukkan oleh guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya sebagai seorang pendidik, guna tercapainya tujuan  institusi pendidikan. Kinerja dikatakan baik dan memuaskan apabila tujuan yang dicapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 
Jadi, kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan yang di tunjukkan oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan.
b.       pengertian Guru
Kata orang jawa ’guru’ adalah singkatan dari ungkapan “di gugu dan ditiru” Artinya, guru adalah orang yang harus di taati dan diikuti[4]Menurut pandangan tradisional, guru adalah seseorang yang berdiri didepan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, sedangkan menurut seorang ahli pendidikan” teacher is a person who causes a person to know or be able to do something or give a person knowledge or skill”.Menurut persatuan guru-guru Amerika Serikat, guru adalah semua petugas yang terlibat dalam tugas-tugas kependidikan (Roestyah,1982:182) dan menurut Balnadi Sutadipura, guru adalah orang yang layak digugu dan ditiru (Sutadi,(1983:53).[5]dan adapun tugas guru menurut Abdullah Ulwan ialah melaksanakan pendidikan ilmiah, karena ilmu mempunyai pengaruh besar terhdap pembentukan kepribadian dan emansipasi harkat manusia[6].Sedangkan menurut Ace suyadi wiana mulya (1992:17) mengemukakan pendapatnya bahwa Paling sedikit ada enam tugas dan tanggung jawab guru dalam mengembangka profesinya, yakni :
1.      Guru bertugas sebagai Demonstrator atau pengajar.
2.      Guru bertugas sebagai administrator kelas.
3.      Guru bertugas sebagai pembimmbing.
4.      Guru bertugas untuk mengembangkan profesi.
5.      Guru bertugas sebagai pengembang kurikulum.
6.      Guru bertugas untuk membina hubungan dengan masyarakat.[7]
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Guru yang profesional diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Profesionalisme guru sebagai ujung tombak di dalam implementasi kurikulum di kelas yang perlu mendapat perhatian (Depdiknas, 2005).
c.       Pengertian Kinerja Guru
Dari uraian guru di atas dapat dilanjutkan dengan pembahasan tentang kinerja guru. Karena guru bergerak di bidang pendidikan dan pengajaran, maka tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan dari pendidikan dan pengajaran tersebut. Dengan demikian kinerja guru dapat dilihat dari perbuatan atau kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, seperti yang dikemukakan oleh Aldag dan Stearns, kinerja adalah seperti pengambilan keputusan pada waktu mengajar di kelas.[8]
Dengan demikian, penulis menyimpulkan dari pengertian di atas, bahwa kinerja adalah kemampuan yang di tunjukkan oleh seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil atau prestasi yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. Dari beberapa penjelasan tentang pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa Kinerja guru adalah kemampuan  yang ditunjukkan oleh guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya sebagai seorang pendidik, guna tercapainya tujuan  institusi pendidikan. Kinerja dikatakan baik dan memuaskan apabila tujuan yang dicapai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 
Jadi, kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan yang di tunjukkan oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan kinerja guru dalam skripsi ini adalah sebagai keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang bermutu, meliputi aspek: kesetiaan dan komitmen yang tinggi pada tugas mengajar, menguasai dan mengembangkan metode, menguasai bahan pelajaran dan menggunakan sumber belajar, bertanggung jawab memantau hasil belajar mengajar, kedisiplinan dalam mengajar dan tugas lainnya, kreativitas dalam melaksanakan pengajaran, melakukan interaksi dengan murid untuk menimbulkan motivasi, kepribadian yang baik, jujur dan obyektif dalam membimbing siswa, mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan pemahaman dalam
administrasi pengajaran yang tercemin dalam indikator kompetensi guru yaitu kompetensi paedagogik, profesional, kepribadian, dan kompetensi sosial.




d.      faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja guru
Kinerja seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: ability, capacity, held, incentive, environment dan validity (Noto Atmojo, 1992). Sedangkan Menurut Anwar Prabu Mangkunegara .faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivision).[9]
a.       Faktor kemampuan
Secara psikologi, kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan keampuan reality (knowledge + skill). Artinya seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Dengan penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya aka dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.
b.      Faktor motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situsi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan. C. Meclelland mengatakan dalam bukunya Anwar Prabu berpendapat bahwa ada hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja.[10] Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan, sehingga siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh gurunya. Jika ini tercapainya maka guru akan memiiki tingkat kinerja yang tinggi. Selanjutnya MeClelland mengemukakan 6 krakteristik dari guru yang memiliki motif berprestasi tinggi Yaitu:
1.      Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi
2.      berani mengambil resiko
3.      memiliki tujuan yang realistis
4.      Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya.
5.      Meanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya.
6.      mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.[11]
Menurut syafri mangkuprawira dan aida vitayala (2007:155)  kinerja merupakan suatu konstruksi multi dimensi yang mencakup banyak factor yang mempengaruhinya. Factor-faktor tersebut terdiri atas factor intrisik guru (personal/individu) atau sumber daya manusia(SDM) yang meliputi unsur pengetahuan, keterampilan (skill), kemampuan, kepercayaan diri, motivasi, dan komitmen yang dimiliki oleh seiap individu  dan factor ekstrinsik, yaitu kepemimpinan, system, tim, dan situasional.[12]
Adapun faktor yang mendukung kinerja guru dapat digolongkan ke dalam dua macam yaitu:
1.      Faktor dari dalam sendiri (intern)
Di antara faktor dari dalam diri sendiri (intern) adalah :
a)      Kecerdasan
Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan. Seseorang yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya
b)      Keterampilan dan kecakapan
Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan latihan.
c)      Bakat
Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekarja dengan pilihan dan keahliannya.
d)     Kemampuan dan minat
Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni
e)      Motif
Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang
f)       Kesehatan
Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang sampai selesai. Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula.
g)      Kepribadian
Seseorang yang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi dengan rekan kerja ang akan meningkatkan kerjanya.
h)      Cita-cita dan tujuan dalam bekerja
Jika pekerjaan yang diemban seseorang sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
2.      Faktor dari luar diri sendiri (ekstern)
Yang termasuk faktor dari luar diri sendiri (ekstern) diantaranya:
1)       Lingkungan keluarga
Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja.
2)       Lingkungan kerja
Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara optimal. Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial.
3)       Komunikasi dengan kepala sekolah
Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian.
4)       Sarana dan prasarana
Adanya sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajarmengajar.[13]
5)       Kegiatan guru di kelas
Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. Demikian juga penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar. Menurut Dede Rosyada dalam bukunya Paradigma Pendidikan Demokratis bahwa kegiatan guru di dalam kelas meliputi:
a.       Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak
b.      Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya
c.       Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan
d.      Guru harus menguasai kelas
e.       Guru harus melakukan evaluasi secara benar.[14]
6)      Kegiatan guru di sekolah antara lain yaitu:
Berpartisipasi dalam bidang administrasi, di mana dalam bidang administrasi ini para guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sekolah antara lain:
a.       Mengembangkan filsafat pendidikan
b.      Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum
c.       Merencanakan program supervisi
d.      Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian.[15]
Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. Untuk meningkatkan kinerja, para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek).Jadi, dapat disimpulkan bahwa baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru).
Sedangkan menurut PP RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan bahwa kemampuan (ability) guru sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja dalam mencapai keberhasilan proses belajar mengajar mencakup empat macam, meliputi:[16]
a. kompetensi paedagogik
b. kompetensi kepribadian
c. kompetensi profesional
d. kompentensi sosial”
Keberhasilan seorang guru bisa dilihat apabila kriteria-kriteria yang ada telah mencapai secara keseluruhan. Jika kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam pengertian kinerja bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang berprofesi guru.[17]
Adapun penjelasan dari ke empat dari kompetensi tersebut adalah:
a.        kompetensi paedagogik
Adalah mengenai bagaimana kemampuan guru dalam mengajar, dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kemampuan ini meliputi kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.[18] Kompetensi paedagogik ini berkaitan pada saat guru mengadakan proses belajar mengajar di kelas. Mulai dari membuat skenario pembelajaran memilih metode, media, juga alat evaluasi bagi anak didiknya. Karena bagaimanapun dalam proses belajar mengajar sebagian besar hasil belajar peserta didik ditentukan oleh peranan guru. Guru yang cerdas dan kreatif akan mampu menciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien sehingga pembelajaran tidak berjalan sia-sia. Suryo Subroto mengatakan bahwa yang dimaksud kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah .kesangupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, efektif, dan psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran. Jadi kompetensi paedagogik ini berkatan dengan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yakni pesiapan mengajar yang mencakup merancang dan melaksanakan skenario pembelajaran, memilih metode, media, serta alat evaluasi bagi anak didik agar tervapai tujuan pendidikan baik pada ranah kognitif, efektif, maupun psikomotorik siswa.
b.       kompetensi kepribadian
Berperan sebagai guru memerlukan kepribadian yang unik. Kepribadian guru ini meliputi kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Seorang guru harus mempunyai peran ganda. Peran tersebut diwujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Adakalanya guru harus berempati pada siswanya dan adakalanya guru harus bersikap kritis. Berempati maksudnya guru harus dengan sabar menghadapi keinginan siswanya juga harus melindungi dan melayani siswanya tetapi disisi lain guru juga harus bersikap tegas jika ada siswanya berbuat salah. Menurut Moh. Uzer Usman kemampuan kepribadian guru meliputi hal-hal berikut:
1.      Mengembangkan kepribadian
2.      Berinteraksi dan berkomunikasi
3.      Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan
4.      Melaksanakan administrasi sekolah
5.      Menaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.[19]
Kepribadian guru penting karena guru merupakan cerminan prilaku bagi siswa-siswanya.
c.       Kompetensi profesional
Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu profesi yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus dan biasanya dibuktikan dengan sertifikasi dalam bentuk ijazah. Profesi guru ini memiliki prinsip yang dijelaskan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No.14 Tahun 2005 sebagai berikut:
1.      Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme
2.      Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia
3.      Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
4.      Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
5.      Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
6.      Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai denga prestasi kerja
7.      Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan sepanjang hayat
8.      Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
9.      Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.[20]
d.       kompentensi sosial
kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam menghadapi orang lain. Dalam peraturan pemerintah RI No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kompensasi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta pendidikan, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi sosial seorang guru merupakan modal dasar guru yang bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruan. Saiful Hadi berpendapat kompetensi ini berhubungan denagn kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial yang meliputi:
1.      Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi denagn teman sejawat untuk meningkat kemampuan professional
2.      Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan.
3.      Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok.[21]
Menurut Mungin Edy Wibowo Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain.
Berkenaan dengan kepentingan penilaian terhadap kinerja guru. Georgia Departemen of Education telah mengembangkan teacher performance assessment instrument yang kemudian dimodifikasi oleh Depdiknas menjadi Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Alat penilaian kemampuan guru, meliputi: (1) rencana pembelajaran (teaching plans and materials) atau disebut dengann RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), (2) prosedur pembelajaran (classroom procedure), dan (3) hubungan antar pribadi (interpersonal skill).
Indikator penilaian terhadap kinerja guru dilakukan terhadap tiga kegiatan pembelajaran dikelas yaitu:
1.      Perencanaan Program Kegiatan Pembelajaran
Tahap perencanaan dalam kegiatan pembelajaran adalah tahap yang berhubungan dengan kemampuan guru menguasai bahan ajar. Kemampuan guru dapat dilihat dari cara atau proses penyusunan program kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, yaitu mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Unsur/komponen yang ada dalam silabus terdiri dari:
1)     Identitas Silabus
a. Stándar Kompetensi (SK)
b.Kompetensi Dasar (KD)
c. Materi Pembelajaran
d.                        Kegiatan Pembelajaran
e. Indikator
f. Alokasi waktu
g.Sumber pembelajaran
Program pembelajaran jangka waktu singkat sering dikenal dengan sitilah RPP, yang merupakan penjabaran lebih rinci dan specifik dari silabus,ditandai oleh adanya komponen-komponen :
a.       Identitas RPP
b.      Stándar Kompetensi (SK)
c.       Kompetensi dasar (KD)
d.      Indikator
e.       Tujuan pembelajaran
f.       Materi pembelajaran
g.      Metode pembelajaran
h.      Langkah-langkah kegiatan
i.        Sumber pembelajaran
j.        Penilaian
2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran di kelas adalah inti penyelenggaraan pendidikan yang ditandai oleh adanya kegiatan pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber belajar, dan penggunaan metode serta strategi pembejaran. Semua tugas tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab guru yang secara optimal dalam pelaksanaanya menuntut kemampuan guru.
a.       Pengelolaan Kelas
Kemampuan menciptakan suasana kondusif di kelas guna mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan adalah tuntutan bagi seorang guru dalam pengelolaan kelas. Kemampuan guru dalam memupuk kerjasama dan disiplin siswa dapat diketahui melalui pelaksanaan piket kebersihan, ketepatan waktu masuk dan keluar kelas, melakukan absensi setiap akan memulai proses pembelajaran, dan melakukan pengaturan tempat duduk siswa. Kemampuan lainnya dalam pengelolaan kelas adalah pengaturan ruang/setting tempat duduk siswa yang dilakukan pergantian, tujuannya memberikan kesempatan belajar secara merata kepada siswa.
b.      Penggunaan Media dan Sumber Belajar
Kemampuan lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran yang perlu dikuasi guru di samping pengelolaan kelas adalah menggunakan media dan sumber belajar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (materi pembelajaran), merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses pembelajaran. (R. Ibrahim dan Nana Syaodih S., 1993: 78).Sedangkan yang dimaksud dengan sumber belajar adalah buku pedoman. Kemampuan menguasai sumber belajar di samping mengerti dan memahami buku teks, seorang guru juga harus berusaha mencari dan membaca buku-buku/sumber-sumber lain yang relevan guna meningkatkan kemampuan terutama untuk keperluan perluasan dan pendalaman materi, dan pengayaan dalam proses pembelajaran. Kemampuan menggunakan media dan sumber belajar tidak hanya menggunakan media yang sudah tersedia seperti media cetak, media audio, dan media audio visual. Tatapi kemampuan guru di sini lebih ditekankan pada penggunaan objek nyata yang ada di sekitar sekolahnya. Dalam kenyataan di lapangan guru dapat memanfaatkan media yang sudah ada (by utilization) seperti globe, peta, gambar dan sebagainya, atau guru dapat mendesain media untuk kepentingan pembelajaran (by design) seperti membuat media foto, film, pembelajaran berbasis komputer, dan sebagainya.
c.        Penggunaan Metode Pembelajaran
Kemampuan berikutnya adalah penggunaan metode pembelajaran. Guru diharapkan mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Menurut R. Ibrahim dan Nana S.Sukmadinata (1993: 74) ”Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan dilihat dari berbagai sudut, namun yang penting bagi guru metode manapun yang digunakan harus jelas tujuan yang akan dicapai”.
Karena siswa memiliki interes yang sangat heterogen idealnya seorang guru harus menggunakan multi metode, yaitu memvariasikan penggunaan metode pembelajaran di dalam kelas seperti metode ceramah dipadukan dengan tanya jawab dan penugasan atau metode diskusi dengan pemberian tugas dan seterusnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan siswa, dan menghindari terjadinya kejenuhan yang dialami siswa.
4.       Evaluasi/Penilaian Pembelajaran
Penilaian hasil belajar adalah kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap ini seorang guru dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan dan cara-cara evaluasi, penyusunan alat-alat evaluasi, pengolahan, dan penggunaan hasil evaluasi. Pendekatan atau cara yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi/ penilaian hasil belajar adalah melalui Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAN adalah cara penilaian yang tidak selalu tergantung pada jumlah soal yang diberikan atau penilaian dimaksudkan untuk mengetahui kedudukan hasil belajar yang dicapai berdasarkan norma kelas. Siswa yang paling besar skor yang didapat di kelasnya, adalah siswa yang memiliki kedudukan tertinggi di kelasnya. Sedangkan PAP adalah cara penilaian, dimana nilai yang diperoleh siswa tergantung pada seberapa jauh tujuan yang tercermin dalam soal-soal tes yang dapat dikuasai siswa. Nilai tertinggi adalah nilai sebenarnya berdasarkan jumlah soal tes yang dijawab dengan benar oleh siswa. Dalam PAP ada passing grade atau batas lulus, apakah siswa dapat dikatakan lulus atau tidak berdasarkan batas lulus yang telah ditetapkan.
B. Indikator Abilitas Guru
Abilitas dapat dipandang sebagai suatu karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diwujudkan melalui tindakan. Abilitas seorang guru secara aplikatif indikatornya dapat digambarkan melalui delapan keterampilan mengajar (teaching skills), yakni:
1. Keterampilan Bertanya (Questioning skills)
Dalam proses pembelajaran, bertanya memainkan peranan penting, hal ini dikarenakan pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik melontarkan pertanyaan yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yiatu:
a. Meningkatkan pastisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
b. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu masa-lah yang sedang dibicarakan.
c. Mengembangkan pola fikir dan cara belajar aktif dari siswa, karena pada hakikatnya berpikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya.
d. Menuntun proses berpikir siswa, sebab pertanyaan yang baik akan mem-bantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik.
e. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.
Pertanyaan yang baik menurut Uzer Usman (1992: 67) adalah:
a. Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.
b. Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan.
c. Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu.
d. Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan.
e. Berikan pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata.
f. Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul kebera-nian siswa untuk menjawab dan bertanya.
g. Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.
2. Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement Skills)
Penguatan adalah segala bentuk respon apakah bersifat verbal (diungkapkan dengan kata-kata langsung seperti: bagus, pintar, ya, betul, tepat sekali,dan sebagainya), maupun nonverbal (biasanya dilakukan dengan gerak, isyarat, pendekatan, dan sebagainya) merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan atau koreksi. Reinforcement dapat berarti juga respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tindakah tersebut dimaksudkan untuk memberikan ganjaran atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran.
Tujuan dari pemberian penguatan ini adalah untuk:
(1) Meningkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran.
(2) Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar.
(3) Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif.
Ada 4 cara dalam memberikan penguatan (reinforcement) yaitu:
a. Penguatan kepada pribadi tertentu. Penguatan harus jelas kepada siapa ditujukan, yaitu dengan cara menyebutkan namanya, sebab bila tidak jelas
akan tidak efektif.
b. Penguatan kepada kelompok siswa, yaitu dengan memberikan penghargaan kepada kelompok siswa yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik.
c. Pemberian penguatan dengan cara segera. Penguatan seharusnya diberikan sesegera mungkin setelah muncul tingkah laku/respon siswa yang diharapkan .Penguatan yang ditunda cenderung kurang efektif.
d. Variasi dalam penggunaan. Jenis penguatan yang diberikan hendaknya bervariasi, tidak terbatas pada satu jenis saja karena akan menimbulkan
kebosanan, dan lama kelamaan akan kurang efektif.
3. Keterampilan Mengadakan Variasi
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi pembelajaran yang ditujukan untuk mengatasi kejenuhan siswa, sehingga
dalam situasi belajar mengajar, siswa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi.
Tujuan dan manfaat variation skills adalah untuk:
a. Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran yang relevan.
b. Memberikan kesempatan berkembangnya bakat yang dimiliki siswa
c. Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenangi.
Ada tiga prinsip penggunaan variation skills yang perlu diperhatikan guru yaitu:
a. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
b. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu kegiatan pembelajaran.
c. Direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
4. Keterampilan Menjelaskan (Explaning skills)
Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan
adanya hubungan yang satu dengan lainnya, misalnya sebab dan akibat. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan aspek yang sangat penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi dengan siswa di dalam kelas.
Tujuan pemberian penjelasan dalam pembelajaran adalah: (1) membimbing siswa untuk dapat memahami konsep, hukum, dalil, fakta, dan prinsip secara objektif dan bernalar; (2) melibatkan siswa untuk berfikir dengan memacahkan masalah-masalah atau pertanyaan; (3) mendapatkan balikan dari siswa mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman siswa; dan (4) membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam memecahkan masalah.
a. Komponen-komponen dalam Menjelaskan (explaning skills)
1) Merencanakan
Penjelasan yang dilakukan guru perlu direncanakan dengan baik, terutama yang berkenaan dengan isi materi dan siswa itu sendiri. Isi materi meliputi
analisis masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada di antara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan rumus, hukum, generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Hal-hal yang berhubungan dengan siswa hendaknya diperhatikan perbedaan individual tiap siswa baik itu usia, tugas perkembangan, jenis kelamin, kemampuan, interes, latar belakang sosial budaya, bakat, dan lingkungan belajar anak.
2) Penyajian Suatu Penjelasan
Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengan memperhatikan hal-hal berikuti ini:
a) Kejelasan.
 Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa, hindari penggunaan kata yang tidak perlu.
b) Penggunaan Contoh dan Ilustrasi.
Memberikan penjelasan sebaiknya menggunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual).
c) Pemberian Tekanan.
Dalam memberikan penjelasan guru harus memusatkan perhatian siswa kepada masalah/topik utama dan mengurangi informasi yang tidak terlalu penting.
d) Penggunaan Balikan.
Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman, keraguan, atau ketidak-mengertian siswa ketika penjelasan itu diberikan.
5. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran (Set Induction and Closure Skills)
Membuka pelajaran (set insuction) adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra-kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannnya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.
Menutup pelajaran (closure) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk
memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. Komponen membuka dan menutup pelajaran sebagaimana dijelaskan M. Uzer Usman (1992: 85) adalah sebagai berikut:
a. Membuka Pelajaran
Membuka Pelajaran, komponennya meliputi:
1) Menarik perhatian siswa. Gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran atau pola interaksi yang bervariasi.
2) Menimbulkan motivasi, disertasi kehangatan dan keantusiasan, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan dan memperhatikan minat atau interest siswa.
3) Bemberi acuan melalui berbagai usaha, seperti mengemukakan tujuan pembelajaran dan batas-batas tugas, menyarankan langkah-langkah yang
akan dilakukan, mengingatkan masalah pokok yang akan diba-has dan mengajukan beberapa pertanyaan.
4) Memberikan apersepsi  (memberikan kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari) sehingga materi yang dipelajari merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisah-pisah.
b. Menutup Pelajaran.
Dalam menutup pelajaran, cara yang harus dilakukan guru adalah:
1) Meninjau kembali penguasaan materi pokok dengan merangkum atau menyimpulkan hasil pembelajaran.
2) Melakukan evaluasi. Bentuk evaluasi yang dilakukan oleh guru antara lain adalah mendemonstrasikan keterampilan, mengaplikasikan ide baru pada situasi lain, mengeksplorasi pendapat siswa sendiri dan memberikan soal-soal tertulis.
6. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok siswa dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai
pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan dan pemacahan masalah. Siswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil di bawah bimbingan guru atau temannya untuk berbagi informasi, pemecahan masalah atau pengambilan keputusan.
Komponen-komponen yang perlu dikuasi guru dalam membimbing diskusi kelompok yaitu:
a. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi, dengan cara merumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi, kemukakan masalah-masalah khusus, catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan dan merangkum hasil diskusi.
b. Memperjelas masalah, untuk menghindari kesalahpahaman dalam memimpin diskusi seorang guru perlu memperjelas atau menguraikan permasalahan, meminta komentar siswa, dan menguraikan gagasan siswa dengan memberikan informasi tambahan agar kelompok peserta diskusi memperoleh pengertian yang lebih jelas.
c. Menganalisis pandangan siswa. Adanya perbedaan pendapat dalam diskusi, menuntut seorang guru harus mampu menganalisis dengan cara memperjelas hal-hal yang disepakati dan hal-hal yang perlu disepakati di samping meneliti apakah suatu alasan mempunyai dasar yang kuat.
d. Meningkatkan urunan siswa, yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang, memberikan contoh dengan tepat, dan memberikan waktu untuk berpikir dan memberikan urun pendapat siswa dengan penuh perhatian.
e. Memberikan kesempatan untuk berpartisipasi, dilakukan dengan cara memancing pertanyaan siswa yang enggan berpartisipasi, memberikan kesempatan pada siswa yang belum bertanya (diam) terlebih dahulu, mencegah monopoli pembicaraan, dan mendorong siswa untuk berkomentar terhadap pertanyaan temannya.
f. Menutup diskusi, yaitu membuat rangkuman hasil diskusi, menindaklanjuti hasil diskusi dan mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi.
g. Hal-hal yang perlu dihindari yaitu mendominasi/monopoli pembicaraan dalam diskusi, membiarkan terjadinya penyimpangan dalam diskusi.
7. Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran, seperti penghentian perilaku siswa yang memindahkan perhatian kelas, memberikan ganjaran bagi siswa yang tepat waktu dalam dalam menyelesaikan tugas atau penetapan norma kelompok yang produktif.
Komponen-komponen dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut:
1) Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, seperti menunjukkan sikap tanggap, memberikan perhatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, menegur bila siswa melakukan tindakan menyimpang, memberikan penguatan (reinforcement).
2) Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal, yaitu berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat melakukan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Guru dapat menggunakan strategi:
a) Modifikasi tingkah laku. Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah/kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis.
b) Guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas-tugas melalui kerjasama di antara siswa dan memelihara kegiatan-kegiatan kelompok.
c) Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Di samping dua jenis keterampilan di atas, hal lain yang perlu diperhatikan oleh guru dalam pengelolaan kelas adalah menghindari campur tangan yang berlebihan, menghentikan penjelasan tanpa alasan, ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan, penyimpangan, dan sikap yang terlalu membingungkan.
8. Keterampilan Pembelajaran Perseorangan
Pembelajaran ini terjadi bila jumlah siswa yang dihadapi oleh guru terbatas yaitu antara 3-8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Hakikat pembelajaran perseorangan adalah:
a. Terjadinya hubungan interpersonal antara guru dengan siswa dan juga siswa dengan siswa.
b. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.
c. Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya.
d. Siswa dilibatkan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran.
Peran guru dalam pembelajaran perseorangan ini adalah sebagai organisator, nara-sumber, motivator, fasilitator, konselor dan sekaligus sebagai peserta kegiatan.
Komponen-komponen yang perlu dikuasi guru berkenaan dengan pembelajaran perseorangan ini adalah:
a. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi.
b. Keterampilan mengorganisasi.
c. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar, yaitu memungkinkan guru membantu siswa untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini
dapat dicapai bagi guru yang memiliki keterampilan dalam memberikan penguatan dan mengembangkan supervisi.
a.      Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, mencakup membantu siswa menetapkan tujuan dan menstimulasi siswa untuk mencapai tujuan tersebut, merencanakan kegiatan pembelajaran bersama siswa yang mencakup kriteria keberhasilan, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, waktu serta kondisi belajar, bertindak sebagai supervisor dan membantu siswa menilai pencapaiannya sendiri.
2.      kecerdasan Emosional
a. Pengertian Emosi
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) Secara harfiah makna emosi diambil dari oxford english dictionary dimaknai sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-meluap yang mana emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Sementara itu, chaplin (1989) dalam dictionary of phsychology mendefinisikan emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.
Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)
 Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).  Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah                    : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan               : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi   diri,  putus asa
c. Rasa takut               : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan            : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta                        : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kemesraan, kasih
f. Terkejut                   : terkesiap, terkejut
g. Jengkel                    : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu                                    : malu hati, kesal[22]
 Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).
Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.
            Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang kuat dan mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus atau perangsang, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.
b.      Pengertian kecerdasan

c.       Pengertian kecerdasan emosional

Istilah “kecerdasan emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of  New Hampshire untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.
Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai :
“himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” (Shapiro, 1998:8).[23]
Dari Uraian Peter Salovey dan John Mayer, selanjutnya Daniel Goleman mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan dalam mengenali perasaan-perasaan diri sendiri dan orang lain, dalam memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi diri sendiri dengan baik maupun dalam melakukan hubungan sosial[24]. Ahli lain yaitu J. Dann mengartikan kecerdasan emosi sebagai kemampuan dalam menggunakan emosi-emosi seseorang yang membantu memecahkan masalah-masalah dan menjalani kehidupan secara lebih efektif.[25]

Kecerdasan emosional menurut Ary Ginanjar Agustian adalah seseorang yang memiliki ketangungguhan, inisiatif, optomisme, dan kemampuan beradaptasi.[26]
Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional sebab kebanyakan orang tua hanya mengembangkan kecerdasan intelektual anak saja tanpa memperhatikan perkembangan kecerdasan emosional anaknya padahal menurut para pakar kecerdasan emosional lebih berperan penting dalam menjalani hidup ini[27].
Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, namun keduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata. Selain itu, EQ tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan. (Shapiro, 1998-10).
            Sebuah model pelopor lain yentang kecerdasan emosional diajukan oleh Bar-On pada tahun 1992 seorang ahli psikologi Israel, yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai serangkaian kemampuan pribadi, emosi dan sosial yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tututan  dan tekanan lingkungan (Goleman, 2000 :180).
            Gardner dalam bukunya yang berjudul Frame Of Mind (Goleman, 2000 : 50-53) mengatakan bahwa bukan hanya satu jenis kecerdasan yang monolitik yang penting untuk meraih sukses dalam kehidupan, melainkan ada spektrum kecerdasan yang lebar dengan tujuh varietas utama yaitu linguistik, matematika/logika, spasial, kinestetik, musik, interpersonal dan intrapersonal. Kecerdasan ini dinamakan oleh Gardner sebagai kecerdasan pribadi yang oleh Daniel Goleman disebut  sebagai kecerdasan emosional.
Menurut Gardner, kecerdasan pribadi terdiri dari :”kecerdasan antar pribadi yaitu kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja bahu membahu dengan kecerdasan. Sedangkan kecerdasan intra pribadi adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri. Kemampuan tersebut adalah kemampuan membentuk suatu model diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diri serta kemampuan untuk menggunakan modal tadi sebagai alat untuk menempuh kehidupan secara efektif.” (Goleman, 2002 : 52).
Dalam rumusan lain, Gardner menyatakan bahwa inti kecerdasan antar pribadi itu mencakup “kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan hasrat orang lain.” Dalam kecerdasan antar pribadi yang merupakan kunci menuju pengetahuan diri, ia mencantumkan “akses menuju perasaan-perasaan diri seseorang dan kemampuan untuk membedakan perasaan-perasaan tersebut serta memanfaatkannya untuk menuntun tingkah laku”. (Goleman, 2002 : 53).
            Berdasarkan kecerdasan yang dinyatakan oleh Gardner tersebut, Salovey (Goleman, 200:57) memilih kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal untuk dijadikan sebagai dasar untuk mengungkap kecerdasan emosional pada diri individu. Menurutnya kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.
David Coleman memberikan penjelasan melalui ciri-ciri orang yang memilikin kecerdasan emosional adalah sebagai berikut:
1)      Memiliki pengaruh: melakukan taktik persuasi secara efektif.
2)      Mampu berkomuniasi: mengirimkan pesan secara jelas dan meyakinkan.
3)      Manajemen konflik: merundingkan dan menyelesaikan pendapat.
4)      Kepemimpinan: menjadi pemandu dan member ilham.
5)      Katalisator perubahan: mengawali, mendoroang, atau mengelola perubahan. 
            Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan guru untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.

a.        Faktor Kecerdasan Emosional

Goleman mengutip Salovey (2002:58-59) menempatkan menempatkan kecerdasan pribadi Gardner dalam definisi dasar tentang kecerdasan emosional yang dicetuskannya dan memperluas kemampuan tersebut menjadi lima kemampuan utama, yaitu :
1. Kesadaran Emosi.
Kesadaran emosi merupakan kemampuan untuk mengenali emosi pada waktu emosi itu terjadi. Kesadaran emosi berarti waspada terhadap suasana hati atau pikiran tentang suasana hati atau tidak hanyut dalam emosi. Orang yang dapat mengenali emosi atau kesadaran diri terhadap emosi, tidak buta terhadap emosiemosinya sendiri, termasuk dapat memberikan label setiap emosi yang dirasakan secara tepat. Mengenali emosi atau kesadaran diri terhadap emosi ini merupakan dasar kecerdasan emosi.[28]
Emosi-emosi seseorang sangat mengganggu pikiran, emosi merupakan tamu yang tak diundang dalam kehidupan kita, namun emosi memberi informasi yang bila diabaikan akan mengakibatkan masalah-masalah serius. Jika kita menyadari keberadaan emosi ini, maka kita akan memperlakukan emosi ini dengan rasional.Orang yang mampu mengenali emosinya akan mampu menjawab siapa saya sebenarnya, yang pada umumnya ada beberapa orang yang tidak mampu menjawab siapa saya sebenarnya. Dalam konsep Johari Windows ada 4 daerah kesadaran yaitu[29] :
a. Daerah terbuka yang berisi hal-hal yang disadari atau diketahui baik oleh yang bersangkutan maupun orang lain.
b. Daerah buta yang berisi hal-hal yang diketahui orang lain tetapi tidak disadari oleh orang yang bersangkutan.
c. Daerah tersembunyi yang berisi hal- hal yang diketahui atau disadari oleh yang bersangkutan tetapi disembunyikan sehingga tidak diketahui oleh orang lain.
d. Daerah gelap yang berisi hal-hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan maupun oleh orang lain.
Orang yang cerdas emosi, biasanya mempunyai daerah yang terbuka yang berisi hal-hal yang disadari atau diketahui baik oleh orang yang bersangkutan maupun oleh orang lain.
Orang yang mempunyai kesadaran emosi menyadari apa yang sedang kita pikirkan dan apa yang akan kita rasakan saat ini. Kesadaran diri terhadap emosi merupakan inti kecerdasan emosi. apabila kita ingin mengembangkan kecerdasan emosi, kita harus memulai dengan meningkatkan kesadaran diri.Menurut J Dann, Kompetensi kesadaran diri sebagai berikut[30] :
a. Mengetahui emosi yang sedang mereka rasakan, dapat mengetahui alasan timbulnya emosi-emosi tersebut.
b. Menyadari rantai emosi dengan tindakan (hubungan antara perasaan-perasaannya dan apa yang sedang dipikirkan, dilakukan dan dikatakan)
c. Mengenali bagaimana perasaan-perasaan itu mempengaruhi kinerja, kualitas pengalaman di tempat kerja dan dalam hubungan mereka.
d. Memiliki kesadaran penuntun terhadap nilai-nilai dan tujuan.
2. Pengendalian Emosi.
Seseorang yang dapat mengendalikan diri mereka dapat mengelola dan mengekspresikan emosi yang ditandai dengan adanya[31] :
a. Dapat menangani emosi, sehingga emosi dapat diekspresikan dengan tepat.
b. Mempunyai toleransi terhadap frustrasi.
c. Menangani ketegangan jiwa dengan lebih baik.
Dalam pengendalian diri seseorang perlu memiliki berbagai ketrampilan sebagai berikut[32] :
a. Mengetahui perbedaan antara diri sendiri dan orang lain.
b. Menempatkan sikap yang menerima. Beberapa penghalangnya adalah memiliki perasaan tertentu pada orang lain, menggunakan katakatam yang tidak mendukung atau meremehkan.
c. Mengirimkan pesan melalui suara, misalnya volume suara, kecepatan berbicara, aksen atau logat yang sesuai, ada waktu diam sejenak.
d. Menggunakan kalimat pembuka, misalnya bagaimana kabarmu sepertinya ada sesuatu yang anda pikirkan.
e. Mengembalikan kembali apa yang dibicarakan lawan bicara.
f. Merefleksikan perasaan dan alasan lawan bicara
g. Menghindari hal-hal yang tidak menerima orang lain.
Menurut J Dann, Kompetensi pengendalian diri sebagai berikut[33]:
a. Berhenti menuruti hal-hal yang menghasilkan perilaku-perilaku yang tidak produktif.
b. Tetap tenang, berfikir positif dan tidak bingung, bahkan pada saat keadaan sangat sulit.
c. Mengelola emosi yang menyusahkan dan mengurangi kecemasan pada saat mengalami emosi tersebut.
d. Stabil, berfikir tenang yaitu tetap terfokus meskipun berada dibawah tekanan sekalipun.
3. Motivasi diri .
Menata emosi merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan motivasi diri dan untuk berkreasi. Orang yang mampu mengendalikan emosi merupakan landasan keberhasilan dalam segala bidang. Orang yang mempunyai motivasi diri cenderung lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan[34].
Menurut Daniel Goleman ciri-ciri orang yang mempunyai motivasi diri serta dapat memanfaatkan emosi secara produktif adalah sebagai berikut[35]:
a)      Ketekunan dalam usaha mencapai tujuan.
b)      Kemampuan untuk menguasai diri
c)      Bertanggung-jawab
d)     Dapat membuat rencana-rencana inovatif-kreatif ke depan dan mampu menyesuaikan diri, mampu menunda pemenuhan kebutuhan sesaat untuk tujuan yang lebih besar, lebih agung dan lebih menguntungkan.
Selanjutnya J Dann menjelaskan bahwa kompetensi seseorang dalam memotivasi diri antara lain[36] :
a. Memiliki dorongan untuk selalu memperbaiki atau memenuhi standard-standard yang tinggi.
b. Memperlihatkan komitmen dalam semua hubungan dengan orang lain.
c. Mencari peluang terlebih dahulu, bukan mencari masalah.
d. Memperlihatkan keuletan dalam mencapai tujuan dan kemauan memecahkan hambatan atau kemunduran
4. Empati (Mengenali Emosi Orang Lain).
Orang yang empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan hal-hal yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain. Orang-orang seperti ini cocok untuk pekerjaan-pekerjaan keperawatan, mengajar, penjualan dan manajemen. Ciri-ciri orang yang empati adalah sebagai berikut :
a. Mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan kebutuhan orang lain.
b. Mampu menerima sudut pandang atau pendapat orang lain.
c. Peka terhadap perasaan orang lain.
d. Mampu mendengarkan orang lain.
Rogers mengatakan bahwa empati merupakan kepedulian yang mendalam atau penerimaan yang penuh terhadap orang lain, selanjutnya Authier (1986) mengatakan bahwa empati adalah mampu mendengarkan dengan sepenuhnya pada orang lain. Pemahaman yang empati adalah sebuah dimensi khusus dalam membangun hubungan pengasuhan. Empati bukanlah simpati tetapi merupakan kemampuan untuk merefleksikan secara obyektif perasaan-perasaan dari seorang pasien, yang mungkin tidak diungkapkan dalam kata-kata. Di dalamnya terlibat penerimaan dan penghargaan, tanpa prasangka, terhadap keunikan pribadi. Empati adalah mempersepsikan dunia sebagaimana pasien mempersepsikanya. Scheler mengatakan bahwa empati adalah merasakan perasaan orang lain, tanpa melakukan penilaian terhadap orang lain[37].
5. Membina hubungan antar manusia (pergaulan)
Orang yang mampu melakukan hubungan sosial merupakan orang yang cerdas emosi. Orang yang cerdas emosi akan mampu menjalin hubungan dengan orang lain, mereka dapat menikmati persahabatan dengan tulus. Ketulusan memerlukan kesadaran diri dan ungkapan emosional sehingga pada saat berbicara dengan seseorang, kita dapat mengungkapkan perasaan-perasaan secara terbuka termasuk gangguan-gangguan apapun yang merintangi kemampuan seseorang untuk mengungkapkan perasaan secara terbuka[38].
Dalam melakukan hubungan sosial, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membina rasa saling percaya satu sama lain. Menurut Herb Gohen, orang yang memberi kepercayaan pada orang lain maka dia akan dipercaya orang lain. Apabila seseorang menunjukkan kepercayaan pada orang lain dan bersikap jujur, maka orang lain akan lebih terbuka dan percaya dengan kita. Seseorang akan menikmati pembicaraan apabila dia percaya dengan kita[39].
Dalam melakukan hubungan sosial, kita perlu menanamkan rasa saling ketergantungan atau rasa saling terikat dengan orang lain. Orang yang mempunyai hubungan sosial yang baik, maka ia mampu membuat dirinya bermanfaat bagi orang lain. Orang yang mampu melakukan hubungan sosial akan disenangi oleh teman-temannya dan berhasil di pekerjaan maupun dalam membina rumah tangga. Orang yang ingin berhasil dalam membina hubungan dengan orang lain harus lebih banyak membuat orang lain bahagia dan tidak merendahkan orang lain. Orang yang mampu berhubungan sosial dengan orang lain maka orang tersebut telah mencapai 85 % dalam mengatasi kesulitan dalam pekerjaan dan 99 % mencapai keberhasilan dalam kehidupan pribadi. Menurut J Dann, Kompetensi hubungan sosial seseorang ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut[40]:
a. Mudah bergaul dan bersahabat.
b. Perhatian dan tenggang rasa.
c. Suka berbagi rasa, bekerja sama dan suka menolong.
d. Lebih demokratis dalam bergaul dengan orang lain.
e. Disukai.
f. Kesetiakawanan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mengambil komponen-komponen utama dan prinsip-prinsip dasar dari kecerdasan emosional sebagai faktor untuk mengembangkan instrumen kecerdasan emosional.

C. Kerangka Teoritis Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Kinerja Guru

Guru adalah unsur utama dalam suatu proses pendidikan. Guru berada dalam front terdepan pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik melalui proses interaksi intruksional sebagai wahana terjadinya proses pembelajaran siswa dengan nuansa pendidikan. Dalam proses pembelajaran tersebut, peserta didik akan memperoleh banyak ilmu pengetahuan, pengalaman belajar, dan hubungan sosial dengan sesama, Untuk mencapai tujuan pendidikan yakni memperoleh perubahan baik dari segi kognitif. Efektif maupun psikomotorik siswa dalam berprilaku menuju yang lebih baik.
Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, guru memerlukan kinerja yang tinggi demi tercapainya tujuan pendidikan. Tinggi rendahnya kinerja seseorang bisa dipengaruhi oleh diri-sendiri juga dari dari orang lain atau lingkngan luar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, serta kinerja guru dalam disiplin tugas. Terletak pada kinerja serta prestasi kerja guru-guru yang berada dalam suatu sekolah. Jadi dengan adanya kinerja guru dalam pembelajaran. Maka hasil yang menentukan dari suatu proses pendidikan adalah pendidik itu sendiri. Hal ini merupakan kinerja guru paling berkualitas setumpuk tugas serta tanggung jawab yang di embannya guru harus mampu menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan kinerja yang baik demi terciptanya pendidikan yang bermutu terkait dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi kinerja guru, masih ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai keberhasilan selain kecerdasan ataupun kecakapan intelektual, faktor tersebut adalah kecerdasan emosional.  Karena kecerdasan intelektual saja tidak memberikan persiapan bagi individu untuk menghadapi gejolak, kesempatan ataupun kesulitan-kesulitan dalam kehidupan. Dengan kecerdasan emosional, individu mampu mengetahui dan menanggapi perasaan mereka sendiri dengan baik dan mampu membaca dan menghadapi perasaan-perasaan orang lain dengan efektif. Individu dengan keterampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan berhasil dalam kehidupan dan memiliki motivasi untuk berprestasi. Sedangkan individu yang tidak dapat menahan kendali atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merusak kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya dan memiliki pikiran yang jernih.
Individu yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih baik, dapat menjadi lebih terampil dalam menenangkan dirinya dengan cepat, jarang tertular penyakit, lebih terampil dalam memusatkan perhatian, lebih baik dalam berhubungan dengan orang lain, lebih cakap dalam memahami orang lain dan untuk kerja akademis di sekolah lebih baik (Gottman, 2001:xvii).
Kecerdasan emosi mempunyai hubungan dengan Kinerja Guru. Orang yang kecerdasan emosinya tinggi mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang mempunyai kecerdasan emosi yang rendah.
Dalam kehidupan sehari-hari orang yang cerdas emosi mudah menyadari keadaan dirinya, mampu mengendalikan emosi pada situasi yang tidak menyenangkan, sehingga ia mampu melaksanakan pekerjaan atau profesinya dengan baik.
Dibawah ini akan dibahas hubungan faktor-faktor kecerdasan emosi terhadap Kinerja Guru.
1. Hubungan Kesadaran Emosi dengan Kinerja Guru
Emosi-emosi seseorang sangat mengganggu pikiran, emosi merupakan tamu yang tak diundang dalam kehidupan kita, namun emosi memberi informasi yang bila diabaikan akan mengakibatkan masalah-masalah serius. Jika kita menyadari keberadaan emosi ini, maka kita akan memperlakukan emosi ini dengan rasional, sehingga seseorang akan mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Kurangnya kesadaran tentang aspek diri sendiri akan mempengaruhi dalam pelaksanaan sutu pekerjaan karena adanya gangguan dalam diri. Peningkatan kesadaran diri akan menghasilkan kinerja yang lebih efektif.
2. Hubungan Pengendalian Emosi dengan Kinerja Guru
Faktor kecerdasan emosi kedua yaitu pengendalian emosi mempunyai hubungan dengan Kinerja Guru. Orang yang mampu mengendalikan emosi, ia tidak menuruti hal-hal yang menghasilkan perilaku-perilaku yang tidak produktif, tetap tenang, berfikir positif dan tidak bingung, bahkan pada saat keadaan sangat sulit. Mereka mampu mengelola emosi yang menyusahkan dan mengurangi kecemasan pada saat mengalami emosi tersebut serta tetap stabil, berfikir tenang yaitu tetap terfokus meskipun berada dibawah tekanan sekalipun. Keadaan tenang dan stabil ini membuat seseorang dapat melakukan suatu pekerjaan dengan lebih tenang dan baik. Berbeda dengan orang yang sulit mengendalikan diri, maka mereka akan mendapatkan  hambatan dalam melaksanakan profesinya.
3. Hubungan Motivasi Diri dengan Kinerja Guru.
Orang yang mampu memotivasi diri, mereka selalu bersemangat dalam kehidupannya, cara berfikirnya positif dan tidak berprasangka buruk pada orang lain, hal ini yang menimbulkan mereka mampu untuk bekerja lebih semangat.Orang yang mampu memotivasi diri, mereka termasuk orang-orang yang mempunyai sikap optimis, mereka mempunyai pengharapan yang sangat kuat, berkeyakinan bahwa segala sesuatu akan beres, meskipun sedang dilanda masalah. Orang yang optimis memandang kegagalan disebabkan oleh sesuatu hal yang dapat diubah sehingga mereka dapat berhasil pada masa-masa mendatang. Orang yang optimis merupakan orang yang cerdas emosi, mereka akan tetap melakukan pekerjaan dengan baik  meskipun sedang dilandamasalah.
4. Hubungan Empati dengan Kinerja Guru
Orang yang empati mempunyai kepedulian yang mendalam atau penerimaan yang penuh terhadap orang lain serta mampu mendengarkan orang lain dengan sepenuhnya. Seorang guru yang mempunyai sikap empati ia akan memahami perasaan muritnya yang sedang mengalami kesulitan belajar. Guru yang empati akan mampu memahami masalah muritnya, sehingga mereka akan mencoba membantu dan membimbing muritnya dalam mengatasi masalahnya.
Rogers mengatakan bahwa dalam menghadapi murit yang mengalami gangguan emosional diperlukan sikap empati dari guru, seorang guru harus mampu merefleksikan yaitu mampu dalam memahami secara empati ke dalam kualitas bimbingan belajar.
5. hubungan Hubungan Sosial terhadap Kinerja Guru.
Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi Kinerja Guru adalah percaya pada orang lain. Apabila percaya bahwa orang lain tidak akan menghianati dan merugikan maka ia akan banyak membuka diri pada orang lain. Hubungan sosial akan menentukan efektivitas kinerja. Kepercayaan meningkatkan Kinerja Guru karena membuka saluran komunikasi, memperjelas pengiriman dan penerimaan informasi, serta memperluas peluang komunikan untuk mencapai maksudnya.
Kinerja  yang efektif ditandai dengan hubungan sosial yang baik. Kegagalan kinerja akan terjadi apabila hubungan diantara komunikan menjadi rusak. Kinerja Guru dinyatakan efektif bila hubungan antara guru dengan orang lain merupakan hal yang menyenangkan. Bila kita berkumpul dengan orang yang menyenangkan maka akan terjadi komunikasi yang menyenangkan. Setiap melakukan komunikasi , kita tidak hanya sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal. Makin baik hubungan interpersonal maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut :
a. Makin terbuka seseorang mengungkapkan perasaannya
b. Makin cenderung meneliti perasaannya secara mendalam .
c. Makin cenderung mendengar dengan penuh perhatian dan bertindak.
Makin baik hubungan seseorang makin terbuka seseorang untuk
mengungkapkan dirinya, makin cermat persepsinya tentang orang lain dan
persepsi dirinya, sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara
komunikan.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang penting yang seharusnya dimiliki oleh Guru yang memiliki kebutuhan untuk meraih Kinerja Guru yang lebih baik di sekolah.

D. Hipotesis

Berdasarkan uraian teoritik di atas, maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Ada hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja guru.”







[1] A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: PT.
Rosda Karya, 2000), h. 67

[2]  Daryanto S.S, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo)

[3] Henry Simamora, Manajemen Sunber Daya Manusia, (Jakarta: STIE YKPN, 1995),h. 433.
[4] D.Deni koswara & Halimah.Seluk beluk profesi guru
[5] Dr.HSyafruddin Nurdin,M.pd.Guru Profesional & Implementasi kurikulum
[6] Abdullah Ulwan
[7]
[8] Roman J. Aldag and Timothy Stearns, Management, (Chicago: South Western Publishing
Co., 1987), h.77

[9] A.A Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2004), h. 6
[10] A.A Anwar Prabu, Manajemen Sumber., h. 68

[11] A.A Anwar Prabu, Manajemen Sumber., h. 68

[12] Martin yamin dan Maisah. Standarisasi kinerja guru,(Jakarta: GPP Press, 2010)cetakan pertama.h.129
[13] Kartono Kartini, Menyiapkan dan memadukan Karir, (Jakarta: CV Rajawali, 1985), h. 22.
[14] Dede Rosyada, Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan, (Jakarta:PT Kencana, 2004), h. 122.
[15] M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Jakarta: RemajaRosdakarya, 2003), h. 144-150.
[16] Lembaga Kajian Pendidikan Keislaman dan Sosial (LeKDiS), Standar Nasional Pendidikan,
(Ciputat: Han.s Print, 2005), h. 26-27
[17] Peraturan pemerintah RI No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
(Jakarta: CV Eko Jaya,2005),h.26

[18] Peraturan Pemerintah RI.. ,h.73

[22] psikologipembelajaran
[23] Lawrence E Saphiro. Mengajarkan Emosional Inteligensi Pada Anak/Lawrence E. Shapiro; alih bahasa, Alex Tri Kantjono. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1997). Hlm. 8

[24] Goleman D. Emotional Intelligence : Mengapa EI lebih penting dari pada
IQ. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997.
[25] Dann J. Memahami Kecerdasan Emosional dalam Seminggu. Prestasi
Pustaka, Jakarta, 2002.
[26] Ary Ginanjar Agustian. Rahasian Sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual (The ESQ way 165). (Jakarta: Arga, 2001). Hlm 41

[27]Umi istiqomah,S.Sos.merawat dan mendidik anak
[28] Goleman D. Emotional Intelligence : Mengapa EI lebih penting dari pada
IQ. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997.
[29] Umi Ardiningsih dkk. Kumpulan Makalah Pelatihan Kecerdasan Emosi.
RSJD Dr. Amino Gondohutomo, Semarang, 2003
[30] Dann J. Memahami Kecerdasan Emosional dalam Seminggu. Prestasi
Pustaka, Jakarta, 2002.
[31] Goleman D. Emotional Intelligence : Mengapa EI lebih penting dari pada
IQ. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997.

[32] Lawrence E Saphiro. Mengajarkan Emosional Inteligensi Pada Anak/Lawrence E. Shapiro; alih bahasa, Alex Tri Kantjono. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1997). Hlm. 8
[33] Dann J. Memahami Kecerdasan Emosional dalam Seminggu. Prestasi Pustaka, Jakarta, 2002.
[34] Cooper RK & Ayman Sawaf. Executive EQ : Kecerdasan Emosional dalam
Kepemimpinan dan Organisasi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,
2001
[35] Goleman D. Emotional Intelligence : Mengapa EI lebih penting dari pada
IQ. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997.

[36] Dann J. Memahami Kecerdasan Emosional dalam Seminggu. Prestasi
Pustaka, Jakarta, 2002.
[37] Ellis RB, Gates RJ & Kenworthy N. Komunikasi Interpersonal dalam
Keperawatan : Teori dan Praktik. Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1999.

[38] Yusuf Al-Uqsari. Sukses Bergaul : Menjalin Interaksi dengan Hati. Gema
Insani Press, Jakarta , 2005.
[39] Dann J. Memahami Kecerdasan Emosional dalam Seminggu. Prestasi
Pustaka, Jakarta, 2002
[40] Dann J. Memahami Kecerdasan Emosional dalam Seminggu. Prestasi
Pustaka, Jakarta, 2002